Sabtu, 30 Oktober 2010

Asyik Minum, Belalai Gajah Digigit Buaya

Asyik Minum, Belalai Gajah Digigit Bua

Asyik Minum, Belalai Gajah Digigit Buaya
KOMPAS.com — Selama ini sering terdengar betapa ganasnya macan atau singa Afrika memburu mangsa, seperti kuda, sapi, banteng, kerbau, dan rusa. Atau buaya yang mengintai hewan-hewan sedang minum dekat rawa persembunyiannya.
Tetapi, ada kejadian langka yang tertangkap kamera fotografer amatir bernama Johan Opperman (38) ketika mengunjungi Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan. Foto ini dipublikaskan harian The Sun, 28 Oktober 2010.
Dalam foto itu tampak anak gajah sedang asyik meminum air rawa dengan belalainya. Tiba-tiba, muncul buaya besar dari dalam rawa dan langsung menjepit belalai itu dengan gerahamnya yang kuat dan bergigi tajam.
Tarik-menarik antara anak gajah dan buaya berlangsung beberapa saat. Anak gajah pun memiliki tenaga kuat sehingga mampu menarik buaya itu hingga ke daratan batas rawa.
Anak gajah meraung memanggil keluarganya dan tak berapa lama rombongan gajah datang membantu.
Para gajah itu berusaha menyelamatkan anak dengan meraung dan kakinya menginjak badan buaya. Adegan ini mirip seperti pertarungan antara gajah dan buaya.
Karena buaya dikeroyok kawanan gajah dan nyawanya terancam, akhirnya mangsa yang sudah di depan mata itu pun dilepaskannya.
Johan mengatakan, kejadian itu di siang hari dan tidak biasanya buaya berani main-main dengan hewan raksasa ini. Sudah bisa ditebak, buaya gagal makan siang. "Saya anggap ini hal sangat langka dan, setahu saya, buaya tidak biasanya mencoba untuk menangkap gajah," ujar Johan. (Widodo)

Jumat, 29 Oktober 2010

alat transportasi masa depan

Hemat Tempat dan Bebas Polusi
[Image: 68666large.th.jpg]

Menjadi agen rahasia sebagai profesi memang keren. Terutama jika sudah berkaitan dengan gadget-gadget-nya. James Bond memiliki Underwater Jet Pack yang membuatnya dapat berenang melebihi kecepatan manusia normal. Sekarang, nggak perlu lagi bermimpi menjadi seperti mereka. Coba simak alat bernama Springtail Exoskeleton Flying Vehicle.

Springtail Exoskeleton Flying Vehicle memungkinkan seseorang melakukan penerbangan bak seorang pilot profesional. Alat tersebut berupa vertical take off and landing vehicle (VTOL) dengan single operator.

Seorang pilot dalam VTOL mengoperasikan kendaraan dalam posisi berdiri, termasuk ketika mendarat dan tinggal landas. Dengan desainnya, Springtail Exoskeleton dapat mengangkat beban penumpangnya hingga maksimum 162 kilogram.

Springtail Exoskeleton berbentuk seperti helikopter vertikal. Kekuatannya diperoleh dari sebuah rotary engine 118 hp. Mesin itu nantinya menjalankan dua buah baling-baling yang ditempatkan pada dua saluran berdiameter 1 meter. Posisinya diletakkan masing-masing di atas ruang kendali pilot, satu bagian di kanan dan satu bagian di kiri.

Alat tersebut didukung fly-by-wire computer system yang memungkinkan baling-baling bekerja terpisah. Sehingga masing-masing kemiringan dan gerak putaran kedua baling-baling dapat ditentukan dan disesuaikan. Alat ini dapat dipacu hingga kecepatan maksimum 113 mph. Penggunaan bahan bakarnya 46,6 liter untuk jarak tempuh 295 km.

Springtail Exoskeleton dibuat oleh Trek Aerospace. Alat itu kali pertama dikembangkan pada 2003. Springtail EFV-4A merupakan generasi keempat dari kendaraan terbang dengan single machine. Generasi berikutnya yang merupakan pengembangan dari Springtail EFV-4A adalah Springtail EFV 4B. (kiy/bs/kkn)

Spesifikasi EFV-4B:

Kekuatan mesin: 118 hp

Kecepatan maksimum: 113 mph

Climbing rate: 5.500 kaki/menit

Jarak tempuh: 184 mil

Ketahanan: 2,2+ jam

Kapasitas maksimum: 358 kg


Senin, 25 Oktober 2010

Ekspedisi Antariksa

Ekspedisi Antariksa
Misi Terakhir Pesawat Discovery
Selasa, 26 Oktober 2010 | 12:14 WIB
NASA
Pesawat ulang alik Discovery bersiap di landasan peluncuran.
CAPE CANEVERAL, KOMPAS.com - Badan Antariksa AS (NASA), Senin (25/10/10), secara resmi mengumumkan rencana peluncuran pesawat ulang alik Discovery untuk terakhir kalinya. Peluncuran yang akan dilakukan pada 1 November 2010 ini akan menjadi penutup salah satu misi luar angkasa yang paling hebat.

Peluncuran pesawat ulang alik ini disetujui oleh para petinggi NASA setelah melalui rapat panjang di Kennedy Space Center (KSC), Cape Canaveral, Florid, AS. Mereka menyetujuinya setelah mengetahui bahwa kebocoran sistem bahan bakar pada sistem manuver orbital yang terletak di dekat ekor pesawat bisa diperbaiki.

"Kami memutuskan untuk meluncurkannya pada tanggal 1 November 1010," kata Bill Gerstenmaier di konferensi pers yang diadakan di KSC. Untuk tepatnya, pesawat ulang alik itu akan diluncurkan pada pukul 16.40 waktu setempat.

Peluncuran ini akan menjadi misi peluncuran pesawat ulang alik yang ke 133, sekaligus misi ke 39 dan terakhir dari pesawat ulang alik Discovery. Sejumlah 6 astronot akan ikut dalam misi ini, yaitu Eric Boe, Michael Barratt, Nicole Stott, Alvin Drew, Tim Kopra, dan Steve Lindsey.

Lindsey akan menjadi komando dalam misi tersebut, Boe akan menjadi pilot, dan Barrat akan menjadi mission specialist. Keenam astronot itu akan menuju Stasiun Luar Angkasa International atau International Space Station (ISS) dengan membawa beberapa macam peralatan, seperti ruang penyimpanan dan robot humanoid yang akan membantu kerja para astronot.

Berkomentar tentang peluncuran itu, direktur peluncuran pesawat ulang alik, Mike Leinbach, mengatakan, "Ini masih tak bisa dipercaya. Peluncuran ini adalah bagian dari sejarah, bagian dari kebudayaan Amerika. Semuanya akan menjadi berbeda tanpa peluncuran ini. Kita harus melakukannya dan menjadikannya penerbangan pesawat ulang alik yang terbaik sepanjang masa."

Setelah peluncuran ini, NASA tinggal menyisakan pesawat ulang alik Endeavour dan akan dipensiunkan mulai 2011. Pesawat ulang alik lainnya Atlantis sudah melakukan misi terakhirnya pertengahan tahun ini.

NASA kini tengah mengembangkan pesawat antariksa generasi barau yang akan menekankan misi penjelajahan ke salah satu asteroid dan Mars. Presiden Obama dikabarkan telah menyetuji misi tersebut sehingga misi ke asteroid bisa dilakukan kurang lebih pada tahun 2025 dan ke Mars pada tahun 2030.

Facebook "Kedubes Israel" Harus Diblokir

Facebook "Kedubes Israel" Harus Diblokir

Senin, 25 OFacebook "Kedubes Israel" Harus Diblokirktober 2010 | 15:36 WIB
Laman Facebook Kedutaan Besar Israel untuk Indonesia.
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi I DPR, Al Muzammil Yusuf, mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika harus melakukan tindakan atas hadirnya fan page "Kedutaan Besar" Israel untuk Indonesia di Facebook. Sebagai kementerian yang memiliki otoritas pengawasan dalam hal penggunaan teknologi, Kominfo bisa melakukan peneguran hingga pemblokiran halaman tersebut.
"Menkominfo kan dalam bidang pengawasan sehingga perlu melakukan peneguran pada pihak terkait. Bisa juga melakukan penutupan halaman tersebut," kata Muzammil yang juga menjabat Koordinator Kaukus Parlemen Indonesia untuk Palestina, Senin (25/10/2010), kepada Kompas.com.
Siapa penggagas halaman tersebut, menurutnya, juga perlu diusut. Menurut Muzammil, ada beberapa alasan yang membuatnya berpendapat bahwa eksistensi "kedutaan besar" tersebut harus segera dihentikan.
"Pertama, konstitusi kita itu antipenjajahan. Israel seperti kita tahu menjajah Palestina dan sikap negara kita adalah mendukung kemerdekaan Palestina. Alasan kedua, kita tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel," ujarnya.
Jika keberadaan "Kedutaan Besar" Israel itu digawangi oleh warga negara Indonesia, maka ia juga menekankan perlunya pengusutan secara hukum. Seperti diinformasikan, fan page "Kedutaan Besar" Israel untuk Indonesia kemungkinan diawaki oleh orang-orang Indonesia yang memahami bahasa Hebrew (bahasa resmi Israel). Halaman itu berisi berbagai informasi seputar Israel dan sudah di-"like" oleh sekitar 54.000 orang.