Aktivitas Merapi
Merapi Masih Semburkan Awan Panas
Laporan wartawan KOMPAS.com Sandro Gatra
Sabtu, 6 November 2010 | 14:22 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Hingga pukul 13.00, Gunung Merapi masih terus menyemburkan awan panas atau whedus gembel setelah letusan besar Sabtu (6/11/2010) sekitar pukul 07.00. Dentuman keras berkali-kali juga masih terdengar dari arah Merapi.
Siang ini, pantauan dari wilayah Cangkringan, Sleman, Merapi tertutup kabut tebal sehingga semburan dari puncak tidak terlihat. Namun, berdasarkan laporan dari radio panggil, awan panas dilaporkan membubung vertikal. Sebagian awan turun dan mengalir ke Kali Gendol.
Pantauan Kompas.com, kerusakan hebat akibat semburan awan panas kemarin terlihat di sekitar Dusun Desa Wukirsari, Cangkringan yang berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak Merapi. Beberapa rumah rusak, batang-batang bambu tumbang dan menutup jalan. Selain itu, perkebunan warga di sekitar Kali Gendol terbakar. Kepulan asap dari abu di sekitar kali masih terlihat.
Untuk meminimalkan pencurian, warga berjaga-jaga di beberapa akses naik kearah puncak Merapi. Warga meminta identitas masyarakat yang tidak dikenal ketika melintas. Begitu pula ketika pengendara motor dan mobil turun, warga memeriksa surat-surat kendaraan dan barang bawaan di dalam mobil.
Siang ini, pantauan dari wilayah Cangkringan, Sleman, Merapi tertutup kabut tebal sehingga semburan dari puncak tidak terlihat. Namun, berdasarkan laporan dari radio panggil, awan panas dilaporkan membubung vertikal. Sebagian awan turun dan mengalir ke Kali Gendol.
Pantauan Kompas.com, kerusakan hebat akibat semburan awan panas kemarin terlihat di sekitar Dusun Desa Wukirsari, Cangkringan yang berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak Merapi. Beberapa rumah rusak, batang-batang bambu tumbang dan menutup jalan. Selain itu, perkebunan warga di sekitar Kali Gendol terbakar. Kepulan asap dari abu di sekitar kali masih terlihat.
Untuk meminimalkan pencurian, warga berjaga-jaga di beberapa akses naik kearah puncak Merapi. Warga meminta identitas masyarakat yang tidak dikenal ketika melintas. Begitu pula ketika pengendara motor dan mobil turun, warga memeriksa surat-surat kendaraan dan barang bawaan di dalam mobil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar